Kamis, 06 Januari 2011

Filum Chordata

1.      Pada masa embrio mempunyai struktur notokorda, yaitu sumbu penyokong tubuh primer
2.      Mempunyai tali saraf yang terdapat pada bagian dorsal.
struktur chordata
 3.  Mempunyai celah faring atau celah insang pada beberapa tahap selama masa perkembangannya
4.    Filum ini dapat dikelompokkan menjadi tiga subfilum, yaitu Tunicata atau Urochordata, cephalochordate, dan vertebrata. Hewan Tunicata dan sefalokordata merupakan anggota vilum chordate yang invertebrate.
a.         Subfilum Tunicata
Halocynthia
Pada tahap larva dapat bergerak bebas, tubuhnya bertife simetribilateral, dan berekor panjang. Larva akan melekat pada dasar perairan dan berkembang menjadi dewasa. Sebagian tali sarafnya akan hilang selama perkembangan tersebut.
Tunicate dewasa merupakan hewan laut yang melekat di dasar. Mereka mempunyai celah insang untuk pertukaran gas dan penyerapan makanan. Aiar akan masuk melalui sifon masuk, kemudian disaring oleh faring,  dan dibawa ke atrium, air tersebut akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui lubang keluar (sifon keluar). Contoh, Halocynthia.
b.         Subfilum Cephalochordate
Hewan laut berukuran kecil, memiliki kemampuan berenang dan biasanya menghabiskan sebagian besar waktu dengan membenamkan ekor ke dalam pasir dipeairan dangkal. Tali saraf dan notokorda yang dimiliki tetap berkembang di sepanjang hidupnya.
Pencernaan diawali air yang masuk kedalam tubuh akan melewati celah insang menuju keatrium, kemudian dikeluarkan melalui pori atrium. Pertukaran gas melalui celah insang dan juga permukaan tubuh. Contoh, Branchiostoma atau Amphioxus, tubuhnya mirip ikan dengan panjang 5 cm.
Amphioxus
 c.         Subfilum Vertebrata
Mempunyai karekteristik berupa tulang belakang yang merupakan sumbu penyokong tubuh sekunder yang di hasilkan dari proses penulangan sumbu penyokong tubuh primer selama perkembangan embrio. Subfilum vertebrata dikelompokkan menjadi delapan kelas :
1)        Kelas Agnata, ikan yang tidak memiliki rahang, contoh ikan lamprey
ikan lamprey
2)       Kelas Placodermi, mempunyai rahang yang mengantung dan sirip yang berpasangan pada tubuhnya.
3)       Kelas Chondrichthyes, ikan bertulang rawan, berinsang tidak memiliki gelembung renang, contoh ikan hiu (Cetorhinus maxsimus), pari (Dayatis sephen)
4)       Kelas Osteichthyes ikan bertulang keras, memiliki gelembung renang yang bermanfaat sebagai alat hidrostatik dan bernapas, contoh ikan gurame, lele
5)        Kelas Amphibi, pada afe larva habitatnya di air, sednagkan fase dewasanya di darat. Kulit selalu basah oleh lender. Jantung terdiri atas dua serambi, satu bilik. Contoh, Rana sp. (katak), Salamander maculosa, (salamander)
6)        Kelas Reptil, tubuhnya dilindungi oleh sisik yang tersusun atas zat tanduk, jantung tersusun atas empat ruang dengan pemisah anatara bilik kanan dan kiri belum sempurna, kecuali buaya (Crocodiles porosus). Contoh, Mabuya (kadal)
7)      Kelas Aves, tubuhnya dilindungi oleh bulu, tidak mempunyai gigi diganti oleh paruh, mempunyai jantung yang sempurna, contoh Gallus bankiva (ayam hutan), Cacatua gelarita (kakatua) 
8)    Kelas Mamalia, tubuh dilindungi oleh rambut dan memiliki kelenjar susu, jantung mempunyai empat ruang yang sempurna, tidak bertelur, kecuali platypus (Ornithorhynchus anatinus). contoh, Tarsius spectrum (tarsius)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download